"Start with the problem, not the technology."
An initiative by Informatics Students of President University (IT Class 5, Group 1) bridging the vocational competence gap through Tech Lead Mentorship and Teaching Factory (TeFa) principles.
CodeSync 2026 adalah proyek pengabdian masyarakat dan inkubasi teknologi terapan yang diinisiasi oleh 17 mahasiswa Program Studi Informatika President University (IT Class 5, Group 1) Cikarang, Bekasi. Berkolaborasi secara resmi dengan SMK Negeri 40 Jakarta, proyek ini bertujuan untuk merevolusi paradigma pembelajaran siswa Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dari pembuat kode pasif (monolithic CRUD developers) menjadi perancang solusi kecerdasan buatan otonom (Agentic AI System Architects).
Melalui integrasi pendekatan Community-Based Participatory Approach (CBPA), Capacity Building, dan Teaching Factory (TeFa), CodeSync 2026 menempatkan sekolah mitra sebagai klien dunia nyata. Siswa membimbing diri mereka untuk mengidentifikasi bottleneck operasional sekolah dan membangun solusi AI-Powered System yang fungsional, siap pakai, dan berdampak langsung secara gratis.
- Masalah: Kurikulum pemrograman kejuruan konvensional cenderung terbatas pada aplikasi CRUD (Create, Read, Update, Delete) statis. Sementara industri modern telah bertransformasi ke ekosistem Agentic AI dan Large Language Models (LLMs).
- Solusi CodeSync: Pembekalan arsitektur Agentic AI Infrastructure dan pendelegasian instruksi terstruktur menggunakan framework CTCF (Context, Task, Constraints, Format).
- Masalah: Kurangnya pengalaman menangani klien riil memicu kecemasan kompetensi (readiness gap) saat siswa memasuki Praktik Kerja Lapangan (PKL).
- Solusi CodeSync: Simulasi lingkungan kerja Agile/Scrum dan Co-Development Sprint bernuansa hackathon di mana mahasiswa bertindak sebagai Tech Lead mendampingi siswa (rasio 1:2).
- Masalah: Rekapitulasi presensi manual, penataan inventaris, dan penanganan pertanyaan berulang orang tua murid memakan energi operasional sekolah.
- Solusi CodeSync: Prototipe AI-Powered Systems buatan siswa yang diserahkan dan di-deploy secara lokal untuk mengotomatisasi proses administratif sekolah.
Untuk memastikan AI Agent menghasilkan luaran yang akurat, deterministik, dan aman, seluruh sistem yang dikembangkan wajib menerapkan struktur CTCF:
+-----------------------------------------------------------------------+
| C - Context : Definisi peran AI, domain masalah, & profil user |
| T - Task : Instruksi spesifik & alur kerja otonom |
| C - Constraints : Batasan operasional, keamanan data, & guardrails |
| F - Format : Struktur luaran (JSON, Markdown, Table, REST API) |
+-----------------------------------------------------------------------+
[ Sekolah / Klien ] ---> (Problem Discovery) ---> [ Siswa RPL (Developers) ]
^
| (Mentorship 1:2)
v
[ Mahasiswa (Tech Leads) ]
- Fase 1: MasterClass "Agentic AI Infrastructure"
- Seminar umum literasi digital untuk ±200 siswa lintas jurusan.
- Pelatihan mendalam framework CTCF & arsitektur AI Agent untuk ±36 siswa RPL Kelas 11.
- Fase 2: Problem Discovery
- Sesi wawancara langsung di mana guru & staf administrasi SMKN 40 Jakarta bertindak sebagai klien nyata.
- Analisis kebutuhan sistem (requirements gathering) & penyusunan backlog.
- Fase 3: Co-Development Sprint (Hackathon)
- Agile Sprint intensif perancangan basis data, integrasi LLM API, dan logika aplikasi.
- Pendampingan langsung oleh 17 Tech Lead mahasiswa President University.
- Fase 4: Capstone Pitching & Deployment
- Presentasi prototipe di hadapan panel juri industri & jajaran sekolah.
- Penyerahan produk fungsional kepada sekolah & penerbitan e-certificate terverifikasi Blockchain.
- AI & LLM Integration: OpenAI GPT-4o / Claude API / Local Ollama, LangChain / LlamaIndex framework.
- Prompt Engineering: CTCF Framework Standard.
- Frontend/Backend: Next.js, Python (FastAPI/Flask), Node.js, TailwindCSS.
- Database & Storage: PostgreSQL / Supabase, SQLite, VectorDB (Chroma/FAISS).
- Credentialing: Blockchain-verified E-Certificates.
- Infrastructure Pool: Managed LLM Token Pool (Budgeting & Rate Limiting).
- Project Manager: Aisyah Kautsar
- Vice Project Manager: Syauqi Siraj Ramadhan
- Event Organizer / MoU Representative: Muhammad Ghiffari
- Tech Lead Mentors: 14 Mahasiswa Spesialisasi Backend, AI, Frontend, QA & UI/UX
- Penyelenggara: Program Studi Informatika, President University (Jababeka Education Park, Cikarang, Bekasi).
- Mitra Sekolah: SMK Negeri 40 Jakarta.
Total anggaran operasional proyek sebesar Rp4.975.000, yang dialokasikan secara transparan untuk:
- Infrastruktur Token Pool API LLM & Cloud Server Hosting
- Plakat Apresiasi Institusi & Konsumsi Bootcamp
- Dana Pembinaan Kelompok Pemenang Capstone
- Sertifikasi & Cetak Dokumen Legalitas
- Kerangka Kode & Framework (Core Engine): Dilisensikan di bawah MIT License sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran publik dan portofolio siswa.
- Hak Guna Sistem & Aset Digital Sekolah: Hak pakai penuh atas konfigurasi sistem, data operasional, dan integrasi akhir diserahkan secara eksklusif kepada SMK Negeri 40 Jakarta sebagai hibah teknologi proyek sosial.
CodeSync 2026 — Bridging Academia, Industry, and Vocational Excellence.
Lihat daftar seluruh tim dan kontributor di Organisasi GitHub CodeSync 2026.
|
hicesse |
juansoetham |
ikalvscode |